ASYLUM CASE

Kasus Suaka Peru dan Kolumbia berawal dari suaka yang diberikan oleh kedutaan besar Kolumbia di Lima pada tanggal 3 Januari 1949 yang diberikan kepada M. Victor Raul Haya de la Torre yang merupakan ketua partai the American People’s Revolutionary Alliance di Peru. Pada tanggal 3 Okteber 1948, terjadi suatu pemberontakan yang dipelopori oleh M. Victor Raul Haya de la Torre. Ia berusaha mencari kekuasaan di Peru, akan tetapi gagal, dan kedutaan besar Kolumbia menawarkan perlindungan kepada M. Victor Raul Haya de la Torre, yang dianggap sebagai pelanggar politik, untuk meningggalkan Peru. Pemerintah Peru menolak hal tersebut dikarenakan menurut mereka M. Victor Raul Haya de la Torre bukanlah penjahat politik melainkan penjahat criminal dan tidak berhak mendapatkan keuntungan dari suaka perlindungan. Dikarenakan tidak dapat membuat suatu kesepakatan bersama, kedua Negara menyampaikan permasalahan ini kepada pengadilan internasional (International Court of Justice, ICJ), tuntutan ini diajukan oleh Kolumbia dan dituntut balas oleh Peru.
            Kolumbia menyatakan bahwa, berdasarkan Perjanjian Bolivarian pada tahun 1911 mengenai Extradisi, Konvensi Havana 1928 mengenai suaka, Konvensi Montevideo 1933 mengenai suaka politik, dan berdasarkan hukum internasional Amerika, ia menyatakan bahwa ia telah memenuhi syarat untuk memberikan suaka. Dilihat dari pembelaan pertama Kolumbia yaitu perjanjian Bolivarian 1911mengenai perjanjian extradisi- yang membatasi dirinya pada satu artikel untuk mengakui adanya suaka bersesuaian dengan prinsip hukum internasional. Didalam kasus extradisi, pengungsi berada di dalam wilayah Negara lain, apabila suaka diberikan kepadanya maka keputusan apa pun tidak dapat merubahnya meski dari kedaulatan Negara dimana pelanggaran dilakukan. Akan tetapi, dalam kasus suaka diplomatic, pengungsi berada di dalam Negara dimana pelanggaran terjadi, maka keputusan untuk memberikan suaka dipegang oleh Negara dimana pelanggaran terjadi dan pengambilan keputusan diputuskan oleh badan hukum Negara tersebut.
            Mengenai konvensi Havana yang dijadikan Kolumbia sebagai dasar hukum perbuatannya, itu tidak mengakui adanya penilaian sepihak baik itu secara ekspisit maupun implicit. Selain itu, pasal dalam Konvensi Havana menyatakan bahwa untuk memberikan suaka kepada pengungsi hanya diperbolehkan apabila Negara asal meminta pemindahan pengungsi tersebut dari wilayahnya ke pengungsian. Pada kenyataannya, Peru tidak meminta hal tersebut sehingga tidak ada alasan untuk diberikannya suaka. Sedangkan yang ketiga, yaitu Konvensi Montevideo tidak diratifikasi oleh Peru, oleh sebab itu konvensi ini tidak dapat digunakan sebagai landasan hukum untuk menyerang Peru. Dan melihat dari hukum internasional Amerika, Kolumbia tidak dapat membuktikan keeksistensiannya baik itu secara regional maupun local, sebagai badan yang formal dan konstan berdasarkan penillaian sepihak sebagai Negara yang berhak sebagai pelindung dan berkewajiban atas wilayah negaranya.
            Dalam tuntutan balasan oleh Peru, ia menyatakan bahwa M. Victor Raul Haya de la Torre melakukan kejahatan criminal biasa oleh sebab itu berdasarkan Konvensi Havana, ia tidak berhak menerima suaka. Lalu tuntutan keduanya adalah dikarenakan urgensi maka dibawah Konvensi Havana suaka tidak dapat diberikan. Konvensi Havana pada dasarnya tidak memberikan pembolehan pemberian suaka kepada orang yang sengaja melawan hukum di Negaranya. Suaka hanya dapat mengintervensi melawan tindakan pengadilan apabila terdapat aksi yang sewenang-wenang yang ada di dalam peraturan hukum. Hal ini tidak terdapat di Peru dimana tidak ditemukannya penghapusan jaminan hukum. Selain itu, Konvensi Havana tidak bisa menetapkan seseorang untuk menghindari pengadilan nasionalnya. Seperti yang terdapat dalam hukum kebiasaan tertua di Amerika yaitu tidak adanya intervensi.
            Dalam keputusannya, pengadilan, dengan hasil empat belas suara berbanding dua, Kolumbia tidak boleh secara sepihak memutuskan dan mengikat Peru sebagai pelanggar, dengan lima belas suara berbanding satu menyatakan bahwa Peru tidak terikat untuk mengirimkan perlindungan sebagai suaka. Di lain pihak, pengadilan menolak, dengan lima belas suara berbanding satu, bahwa M. Victor Raul Haya de la Torre merupakan penjahat criminal biasa, karena pemberontakan militer tidak termasuk kejahatan criminal biasa. Terakhir, dengan sepuluh berbanding satu suara, tanpa mengkritik sikap yang dilakukan oleh duta besar Kolumbia di Lima, menganggap persyaratan yang sesuai untuk adanya suaka berdasarkan perjanjian yang relevan tidak terpenuhi pada saat ia menerima M. Victor Raul Haya de la Torre. Justru, berdasarkan konvensi Havana, suaka tidak boleh menjadi hambatan untuk berlangsungnya proses hukum oleh badan legal di dalam suatu Negara. Keputusan ini diambil pada tanggal 20 November 1950.
            Kasus antara Peru dan Kolumbia tidak berkahir sampai disitu dan bertambah dengan ikutnya Kuba dalam permasalahan ini. Pada tanggal 13 Desember 1950 mengirimkan berkas mengenai ketidakharusan Kolumbia untuk menyerahkan M. Victor Raul Haya de la Torre kepada Peru. Pemerintah Peru menyatakan bahwa hal ini merupakan intervensi pihak ketiga dan tidak boleh dimasukkan di dalam persidangan. Akan tetapi, dikarenakan pertanyaan yang dibahas dalam hal ini berbeda dengan apa yang sebelumnya dibahas maka pengadilan menyatakan bahwa hal ini bukanlah intervensi karena tidak mengganggu jalannya persidangan sebelumnya. Oleh sebab itu, pengadilan memutuskan bahwa:
By a unanimous vote that it is not part of the court’s judicial functions to make a choice among the different ways in which the asylum may be brought to an end;
By thirteen votes against one, that Columbia is under no obligation to surrender Haya de la Torre to the Peruvian authorities;
By unanimous vote that the asylum ought to have cease after the delivery of the judgement of November 20th, 1950, and must be brought to an end.

Jadi, kesimpulan dari persidangan ini adalah, Kolumbia tidak berhak memberikan suaka kepada M. Victor Raul Haya de la Torre akan tetapi Kolumbia juga tidak berkewajiban untuk menyerahkan M. Victor Raul Haya de la Torre kepada Peru.